Pokok-Pokok Agama Khonghucu

Dalam bagian ini kita akan mengulas hal-hal penting dalam tradisi Agama Khonghucu, sebagai satu kesatuan dari artikel sebelumnya, sehingga penting untuk dijelaskan. 

SU SI

Selain Analekt, ada enam buku klasik Agama Konnghucu yang diyakini ditulis oleh Konfusius sendiri:

Shu Ching, buku tentang sejarah yang mengandung 100 dokumen sejarah dinasti-dinasti  kuno Cina.

Shi Ching, buku tentang puisi, yaitu kumpulan sajak-sajak yang popular yang ditulis 500 tahun pertama dari dinasti Chan.

Yi Ching, buku tentang perubahan-perubahan. Yang mengemukakan  system yang sangat fantastic menyangkut filsafat dan menjelaskan apa yang disebut dengan prinsip Yin (wanita)  dan Yang (Pria)

Li Chi, buku tentang upacara-upacara. Yang mengingatkan bahwa Li adalah suatu pernyataan perasaan.

Yeo, buku tentang musik. Pada zaman konfusius music berhubungan erat dengan puisi, sehingga ketika ia menerbitkan sajak-sajak kuno ia juga menyusun pasangannya berupa music untuk setiap sajak yang telah diseleksinya.

Chu’un Ch’ii, tentan g sejarah musim semi dan musim gugur. yaitu catatan kronologis tentang peristiwa-peristiwa di negri Lu mulai tahun pertama pemerintahan pangeran Yiu (722 S.M) hingga tahun keempat belas dari pemerintahan pangeran Ai (481 S.M).[1]

NGO KING

Kitab Suci Yang Lima, merupakan himpunan Kitab-kitab Suci dari zaman sebelum Khong Hu Cu, tetapi menurut keyakinan para penganut agama ini, bahwa kitab ini kata mereka adalah dihimpun dan disusun oleh Khong Hu Cu sendiri. Kitab Ngo King terdiri dari:

SIE KING (Kitab Sanjak), berisi kumpulan nyanyian-nyanyian rakyat maupun nyanyian-nyanyian pujian. Kumpulan dari abad 15 s/d l 7 SM.

SU KING (Kitab Hikayat Suci atau Kitab dokumentasi Sejarah Suci). Isinya ialah himpunan dokumentasi amanat-amanat suci yang terdiri dari apa yang disebut Kitab Giauw Tian (amanat/perundangan baginda Giauw) dan apa yang disebut kitab Sun Tian (amanat/perundangan baginda Sun). Dari abad ke-23 SM. sampai pada raja muda Chien Bok Kong (abad ke-7 SM).

YA KING (Kitab Kejadian/Perubahan Alam Semesta dan Peristiwanya) : Tanda-tanda sucinya berupa Pat Kwa atau Delapan Diagram (rencana/gambaran) berasal dari raja suci Hok Hie dan tafsir utamanya yang menjadi isi Kitab ini dari raja suci Bun, Nabi Ciu Kong dan Nabi Khong Hu Cu sendiri, katanya. Adapun rnengenai apa yang disebut "delapan diagram" tadi tidak diperoleh penjelasan lebih lanjut dalam brosur tersebut.

LEE KING (Kitab Suci tentang kesusilaan atau etika) terdiri dari Kitab Gie Lee oleh Nabi Ciu Kong dan Kitab Lee Kie (Catatan Kesusilaan) yang katanya dihimpun oleh 2 orang pemuka agama Khonghucu dan keluarga Tay dari dinasti Han (2 abad SM s/d 2 abad M).

CHUN CHIU KING (Kitab Hikayat zaman Chun Chiu) yang katanya ditulis oleh Khonghucu sendiri untuk menilai kejadian-kejadian baik dan buruk pada zaman Chun Chiu itu (tahun 722-480 SM).[2]

Pokok Keimanan

Hanya percaya pada satu Tuhan (Thian) Tuhan Yang Maha Esa atau Shangdi (Tuhan Yang Maha Kuasa).Tuhan dalam konsep Konghucu tidak dapat diperkiarakan dan ditetapkan. Dalam Yijing dijelaskan bahwa Tuhan itu Maha Sempurna dan Maha Pencipta (Yuan) ; Maha Menjalin, Maha Menembusi dan Maha Luhur (Heng) ; Maha Pemurah, Maha Pemberi Rahmat dan Maha Adil (Li), dan Maha Abadi Hukumnya (Zhen). Banyak sekali bahwa Khonghucu berbicara tentang Tuhan, ini dilihat dari beberapa banyak kitab-kitabnya.Umat Khonghucu pun juga mengenal istilah Thian Li (absolut) dan Thian Ming (sebagai sesuatu yang telah dijadikan atau sesuatu yang telah terjadi)

Yin & yang

Yin lebih bersifat pasif, tenang, surga, bulan, air dan perempuan, simbol untuk kematian.

Yang lebih bersifat aktif, bergerak, bumi, matahari, api, dan laki – laki, simbol untuk hidup.

Yin berhubungan dengan air, bumi, bulan, feminitas dan malam hari.

Yang berhubungan erat dengan api, langit, matahari, maskulinitas dan siang hari.

Yin Yang merupakan sebuah gambaran nyata dari perputaran kehidupan dunia. Yin Yang memiliki 2 arti. Pertama, Sebagai sebuah ketentraman dan kesederhanaan dalam menjalani kehidupan nyata. Kedua, adalah sebagai sebuah perputaran kehidupan dan keseimbangan hidup, artinya : kehidupannya manusia tidak mungkin akan selalu berada dalam satu jalan saja. Hari ini kita mengalami kesusahan, besok bisa jadi kita akan mengalami sebuah kebahagiaan.

Etika Dalam Agama Khonghucu

San Kang (tiga hubungan tatakrama)[3]

Hubungan antara penguasa dan warga Negara

Hubungan anak dan orang tua

Hubungan suami dan istri

Ngo Lun (Lima Norma Kesopana dalam Masyarakat)

Hubungan saudara dengan saudara

 Hubungan teman dengan teman

Wu Chang (lima sifat yang mulia)

Ren/Jin: cinta kasih, rasa kebenaran, kebajikan, tahu diri, halus budi pekerti (sopan santun) serta dapat menyelami perasaan orang lain.

I/Gi, yaitu: rasa solidaritas, senasib sepenanggungan dan rasa mrmbela kebenaran.

Li atau Lee, yaitu: sopan santun, tata krama, dan budi pekerti.

Ce atau Ti, yaitu: bijaksana atau kebijaksanaan (wisdom), pengertian dan kearifan.

Sin, kepercayaan, rasa untuk dapat dipercaya oleh orang lain serta dapat memegang janji dan menepati janji.

 Pa Te (delapan sifat mulia)

Siau/Hau dapat diartikan rasa bakti yang tulus terhadap orangtua, guru, dan leluhur.

Thi/ Tee dapat diartikan sebagai rasa hormat terhadap yang lebih tua di antara saudara.

Cung/Tiong dapat diartikan sebagai setia terhadap atasan, setia terhadap teman dan kerabat.

Sin dapat diartikan kepercayaan, rasa untuk dapat dipercaya atau dapat menepati janji.

Lee / Li dapat diartikan sebagai sopan santun, tata krama, dan budi pekerti.

I / Gi dapat diartikan sebagai rasa solidaritas, rasa senasib dan sepenaggungan, dan mau membela kebenaran serta menolak hal-hal yang dirasakan tidak baik dalam hidup ini.

Lien / Liam dapat diartikan mempraktekkan cara hidup yang sederhana dan tidak melakukan penyelewengan.

Che / Thi diartikan dapat menahan diri untuk tidak melakukan hal-hal yang amoral atau hal-hal yang dapat merusak moral.

Hari Raya Kebaktian

Sembahyang mengucapkan syukur tiap pagi, sore, saat menerima rezeki (makanan). Umat Khonghucu pada pagi hari, sore, dan saat menerima rezeki (makan) melakukan sembahyang kepada Thian. Sembahyang ini mereka lakukan di depan meja sembahyang (altar) yang terdapat di rumahnya. Umumnya meja sembahyang ini di simapan di ruang tamu sehingga bila berkunjung ke rumah umat Khonghucu, kita akan dapat melihat bentuk meja sembahyang yang sebenarnya.

Sembahyang atau Thian Hio tiap tanggal 1 dan 15 penanggalan bulan/lunar (Imlek). Pada tanggal-tanggal tersebut setiap bulannya, umat Khonghucu juga juga melakukan sembahyang di depan altar keluarga di rumah dan bisa juga dilakukan di tempat ibadah umum (Litang). Orang yang memelihara abu membakar dupa dihadapan abu atau papan arwah leluhurnya, dan juga di hadapan patung dewa yang dipuja dalam rumahnya. Upacara ini mereka lakukan pada pagi hari dan petang.

Sembahyang besar pada hari-hari kemuliaan Thian, yaitu:

Sembahyang malam penutupan tahun/malam menjelang Gwan Tan

Sembahyang King Thi Kong, tanggal 8 menjelang tanggal 9 Cia Gwee(bulan pertama).

Sembahyang saat Siang Gwan atau Cap Go Meh, 15 Cia Gwee (bulan pertama).

Sembahyang hari Tangcik (hari di mana letak matahari tepat di atas garis balik 23,5 Lintang Selatan, yakni tepat tanggal 22 Desember), yang dilakukan pada tanggal 22 Desember.

Kebaktian Kepada Para Nabi

Peringatan hari lahir nabi (Khonghucu), tanggal 27-8 Imlek/Ci Sing Tan.

Peringatan hari wafat nabi, tanggal 18-2/Ci Sing Ki Sien.

Peringatan hari genta rohani/Bok Tok (genta yang dibuat dari logam dan dipukul    dengan pemukul yang terbuat dari kayu), setiap tanggal 22 Desember.

Kebaktian Untuk Para Suci

Hari Twan Yang, tanggal 5-5 Imlek. Twan artinya lurus, terkemuka, terang, dan Yang artinya sifat positif atau matahari. Twan Yang artinya pada saat matahari memancarkan cahaya paling keras.

Sembahyang Tiong Chiu, tanggal 15-8 Imlek. Tanggal 15 bulan 8 Imlek adalah saat bulan purnama dipertengahan musim rntok (musim gugur/autumn) di belahan bumi utara. Pada saat itu cuaca baik dan bulan nampak sangat cemerlang. Pada saat itu juga para petani sibuk dan gembira karena berada di tengah musim panen. Pada saat bulan purnama itu dilakukan sembahyang Hok Tik Cing Sien (malaikat bumi) untuk mengungkapkan pernyataan syukur.

Hari He Gwan, tanggal 15-10 Imlek. He Gwan diartikan sebagai pernyataan terakhir dalam satu tahun akan maha kasih Tuhan. Pada saat He Gwan ini dilakukan sembahyang besar bagi malaikat Bumi (ok Tik Cing Sien) yang merupakan lambing semesta alam ciptaan Tuhan.

Sembahyang Bagi Para Leluhur

Sembayang tiap tanggal 1 dan 15 penaggalan bulan.

Hari wafat leluhur atau orangtua (Co Ki).

Sembahyang tutup tahun (Tik Sik) tanggal 29-12 Imlek.

Sembahyang Sadranan/Ziarah/Ching Bing, tanggal 5 April. Sembahyang ini juga  sering disebut sembahyang kubur.

Sembahyang pada arwah leluhur, tanggal 15-7 Imlek.

Kebaktian Masyarakat

King Ho Ping atau sembahyang arwah umum, tanggal 29-7 Imlek.

Hari persaudaraan atau hari kenaikan malaikat dapur tanggal 24-12 Imlek pada hari-hari tersebut umat Khonghucu diwajibkan berdana (membantu fakir miskin). Menjelang tahun baru Imlek, bantuan-bantuan yang berasal dari umat Khonghucu dibagikan pada fakir miskin tanpa membedakan golongan.

Seluruh perbuatan lahir batin manusia sepanjang hidup hendaknya disadari sebagai perbuatan kebaktian atau ibadah. Hal ini disebut “hidup sepenuh hidup”.

Artikel ini ditulis oleh Mahasiswa Abah yang bernama Ahlan Khairan Prodi Studi Agama Agama, UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta.

Bersambung . . . .

 



[1] Agama-agama Dunia, (Yogjykarta: penerbit Jurusan Perbandingan Agama Fakultas Usuludddin, Studi Agama dan Pemikiran Islam UIN SUKA , 2012) hal.295-296.

[2] http://minaratulmasih.blogspot.co.id/2013/12/khong-hu-chu-dan-kitab-sucinya.html

[3] Agama-agama Dunia, (Yogyakarta: penerbit Jurusan Perbandingan Agama Fakultas Usuludddin, Studi Agama dan Pemikiran Islam UIN SUKA , 2012) hal. 287.

amenesia

Tidak ada komentar:

Posting Komentar