Bermalam di Lembah Cikasur, Argopuro.


Hari ke Dua (II).

Setelah bermalam di Pos Mata Air II, perjalanan hari kedua kita lanjutkan dengan target bermalam di Cikasur dengan estimasi waktu yang hampir sama 7-8 Jam tergantung waktu istirahat yang dibutuhkan. Cisentor, namanya memang terlalu asing untuk kawasan yang berada di Jawa Timur ini yah. Secara, awalan nama Air yang diawali dengan CI biasanya hanya terdapat di daerah Jawa Barat dan Banten. Seperti Cisadane, Ciliwung, Cianjur, Cimahi banyak lagi ci ci ci lainnya. Cisadane misalnya berarti kawasan Air Sadane dst . . .
Setelah melipat Matras dan menurunkan tenda dilanjutkan dengan mengisi bahan bakar, perjalanan kita mulai dari Pos Mata Air I ke arah Mata Air II. Untuk sampai Pos Mata Air II waktu tempuh dikisaran 2,5 Jam. Baru melangkahkan kaki dari Pos Mata Air I pendaki akan diberi kejutan dengan memasuki lorong-lorong penuh kelokan sekaligus tanjakan yang tiada ujung-nya. Tapi tenang aja, disini kita bisa menghirup udara segar sebelum memasuki hamparan padang Savanna. Kawasan ini umumnya perbukitan yang cukup luas, dimana seorang pendaki harus naik-turun bukit untuk bisa sampai di Pos Mata Air II. Menariknya kawasan yang kita lewati sekarang ini diselimuti oleh hutan dengan pohon-pohon yang tertutup oleh dedaunan yang cukup lebat, jadi suasananya cukup rimbun karena pantulan cahaya sinar matahari yang tidak sempurna masuk. Setelah melewati lorong tersebut kita akan sampai pada batas hutan Suaka Margasatwa Dataran Tinggi Yang semacam benteng gitu, hutan itu dipagari dengan kayu-kayu besar yang hanya cukup seukuran manusia untuk bisa melewatinya. Satu track yang cukup menantang di jalur ini adalah tanjakan dengan kondisi tanah berlumpur dan sempit hanya seukuran badan kita.
Setelah satu bukit terlewati kita akan turun menyusuri lintasan padang ilalang yang lumayan landai sebagai bonus hendak mendaki bukit kembali. Jadi waktu kita melewati jalur ini sedang terjadi kebakaran sehingga untuk melewati jalur ini kita harus berhati-hati karena track ini sangat curam. Setelah track ini terlewati dengan sempurna akhirnya kita sampai juga di Pos Mata Air II, bila beruntung kita akan mengisi stock Air dengan turun ke lembah sebelah kanan dari arah kedatangan Pos Mata Air I. Jika tidak beruntung maka sebaiknya hendaklah mengisi kantung air secukupknya di Pos Mata Air I. Daammm sesampainya kita di Pos Mata Air II ternyata setelah cek ketersediaan air tidak ada, akhirnya kita puasa minum sampai di Cikasur. Track yang cukup sulit membuat sebagian air dibuang cuma-cuma di perjalanan, hingga akhirnya kita sadar bahwa ketersediaan air sudah menipis.
Kebakaran di Padang Savanna.

Waktu istirahat yang cukup, mengharuskan kami melanjutkan perjalanan, sampai jumpa Pos Mata Air II semoga bisa bertemu lagi. Mulai melangkahkan kaki ke arah barat dengan menaiki beberapa bukit dan padang ilalang yang cukup rimbun, akhirnya kita sampai di jalur perbukitan yang lintasannya mengelilingi lingkaran bukit tersebut, semacam tour keliling yang tak tahu kapan berakhir. Keluar dari bukit tersebut, kita memasuki lintasan padang savanna yang terbakar, padangnya cukup anggun karena diapit oleh bukit yang menjulang tinggi. Alhamdulilah akhirnya bonus juga, padang ini tracknya cukup panjang, tapi sayang kebakaran hutan membuat padang ini menjadi rusak. Setelah melawati padang Savanna, kita akan melewati perbukitan kembali dengan suasan rimbun dan burung-burung yang berkicau merdu. Di track ini jika beruntung kita akan menyaksikan si Amang bergelantungan dengan bulu-bulu hitam yang menawan, selain si Amang, terdapat beberapa burung Merak yang lalu lalang sedang mencari makan atau mungkin sedang liburan juga.

Oh merak
Ternyata disini habitatmu
Dan kami beruntung
Beruntung
Beruntung menyaksikanmu
Di habitat aslimu

Setelah turun dari perbukitan yang dihuni oleh habitat si Amang dan Merak, akhirnya kita sampai di Padang Savanna yang luasnya menghampar luas. Waktu menunjukan jam 14:30 WIB ketika kita sampai di lokasi padang Savanna, yang menarik dari lokasi ini adalah selain bisa menyaksikan hamparan Savanna terbentang luas, kita akan dibuat kagum oleh beberapa bangunan tua yang sudah tidak terpakai. Hah bangunan tua? Iya, jadi di tempat sepi seperti ini terdapat beberapa bangunan tua yang sudah tidak terpakai, dan bila malam tiba sepertinya bangunan tersebut berhantu. . . .entahlah.

Penampakan Lembah Cikasur yang diapit Savanna

Puas dengan mengamati beberapa bangunan tua, kita lanjutkan perjalanan sekitaran 30-menitan dan akhirnya kita sampai di Lembah Cikasur tepat pada pukul 15:00 teng. Kita memilih untuk mendirikan tenda tepat di lembah tersebut, lembah tersebut diapit oleh dua padang Savanna langsung. Disamping tempat kami mendirikan tenda terdapat aliran sungai yang mengalir deras. Air jernih khas pegunungan cukup membuat tenaga kita kembali segar bugar bak minum ektra joosss baaahhhh. Selesai mendirikan tenda, persiapan untuk masak-masak dong tentunya. Sore hari di lembah Cikasur adalah impian semua pendaki loh, selain bisa menikmati gemuruh angin dari Padang Savanna, dilembah ini kita bisa mandi sore harinya itu pun kalau suhu badanmu kuat menahan dingin-nya air pegunungan. Abah pun tidak mau melewatkan kesempatan ini begitu saja, akhirnya urun rembug untuk mandi di Cikasur, huammm ademm rek. Setelah selesai mandi kita ber-istirahat sambil menunggu Magrib tiba. Awan mulai mendung dan kabut mulai turun, seketika itu pula seekor Merak singgah tepat di atas Pohon dimana kita mendirikan Tenda. Asek kan bermalam di lembah dengan di temani burung MERAK yang terus ngoceh sampai malam hari tiba.
Bersambung-

amenesia

Tidak ada komentar:

Posting Komentar